Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2018

1. What is bullying according to you ?


PARAGRAPH 1
A tragic end to an education that had barely begun 13-year-old Kiki
stopped schooling because her classmates used to make fun of her relentlessly.They had accidentally discovered her humble background, her father being a street vendor. In another case, 15 year old Dinda could not take it anymore. She became depressed, left school and stayed at home because she was constantly teased by her classmates for failing in junior high school. by her classmates for failing in junior high school.

And in yet another, more recent case, some senior students of a junior high school took seven junior students, and subjected them to violent beatings.

Sherry, one of the junior students, was rushed to hospital with bruises on his
abdomen. He is extremely scared to go to school. Julie, a 10 year old, fifth grade student, states that her first two years of elementary school were a traumatic experience. She sadly remembers being cruelly bullied by her male classmates because she was overweight. They used to call her Sumatran elephant, baboon, gentong and many other names.

These are few cases out of hundreds of similar cases and the number is increasing over the time. In Indonesia bullying exists in every form, from teasing to extreme abuse. Even though incidents of bullying are common, unfortunately it is not seen as a major problem. A recent survey conducted by national child protection commission has shown that more than half of bullying incidents go unreported due to the fact that it is considered normal is some parts of the society. Also the people who get bullied are either unwilling to report it because they feel it will “make a big deal”. Or worse, they are so scared that they dont trust anyone and do not want to share their plight with anyone..............the issue of bullying has been a problem for years but recently it got limelight from news media when few cases were reported.

Bullying affect the children both psychologically and physically. It is estimated that hundreads of children miss school every day due to the fear of being mistreated by other students and in some extreme cases they choose to home school, or in severe circumstances tehy stop studying altogether (Http) Children should not be living in constant fear. They shouldn't be afraid. On the contrary, they should look forward to every day of school and enjoy school life.

According to a research bullying has always existed in Indonesian society, but it
has come to surface due to the recent proliferation of media technologies (Craig, 2009). Since bullying is prevalent in our society it is important that everyone should be made aware of this social evil. There should be campaigns to increase awareness. Everyone should be working together, against it, to stop it. It is distressing to see our children being isolated from society because they are treated badly. I am of opinion that no one has any right to harass or make people feel inferior. No one should have that kind of power. These children are our future and we should make every possible effort to stop bullying.

I would like to point out that bullying is everyone's problem and
responsibility. If you condone bullying in any way, shape or form it means you are taking part in it whether it is directly or indirectly by being silent. Majority of people agree that we have to work together towards eliminating this problem.

            Some people may consider taunting someone as funny, even though it is
anything but funny to the person who is at the receiving end. Minor taunts can
create a lot of pain and suffering. While it may seem innocent but the cumulative
effect could be highly damaging. In addition to that, as the pain increases, each, instance cuts a little deeper which eventually becomes asore.

            It is highly possible that bullying might happen in your school so it is the
liability of every student to protect their classmates and try to stop bullying. If it doesn't work then you should inform your teachers or parents.

            Not many of us think of stopping it. As long as it doesn't happen to us why should we get involved, why should we bother? But the time has come for us to be actively involved in eradicating bullying (Farrington, 1993).

            So next time if you see someone getting bullied, would you try to stop it or let it happen? Remember, bullying is everyone's problem; therefore everyone has to be the part of the solution.
           

Zaman Kejayaan Islam


Zaman Kejayaan Islam
Zaman Kejayaan Islam ( 750 M - sek. 1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.
Banyak dari perkembangan dan pembelajaran ini dapat dihubungan dengan geografi. Bahkan sebelum kehadiran Islam, kota Mekahmerupakan pusat perdagangan di Jazirah Arab dan Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan seorang pedagang. Tradisi ziarah ke Mekah menjadi pusat pertukaran gaagasan dan barang. Pengaruh yang dipegang oleh para pedagang Muslim atas jalur perdagangan Afrika-Arab dan Arab-Asia sangat besar sekali. Akibatnya, peradaban Islam tumbuh, berkembang, dan meluas dengan berdasarkan pada ekonomi dagangnya, berkebalikan dengan orang-orang Kristen, India, dan Cina yang membangun masyarakat dengan berdasarkan kebangsawanan kepemilikan tanah pertanian. Pedagang membawa barang dagangan dan menyebarkan agama mereka ke Cina (berujung pada banyaknya penduduk Islam di Cina dengan perkiraan jumlah sekitar 37 juta orang, yang terutama merupakan etnis Uyghur Turk yang wilayahnya dikuasai oleh Cina), India, Asia tenggara, dan kerajaan-kerajaan di Afrika barat. Ketika para pedagang itu kembali ke Timur Tengah, mereka membawa serta penemuan-penemuan dan ilmu pengetahuan baru dari tempat-tempat tersebut.
Ilmu Filsafat
Hanya dalam bidang filsafat, para ilmuwan Islam relatif dibatasi dalam menerapkan gagasan-gagasan nonortodoks mereka. Meskipun demikian, Ibnu Rushd dan polimat PersiaIbnu Sina membberikan kontribusi penting dalam melanjutkan karya-karya Aristoteles, yang gagasan-gagasannya mendominasi pemikiran nonkeagamaan dunia Islam dan Kristen. Mereka juga mengadopsi gagasan-gagasan dari Cina dan India, yang dengan demikian menambah pengetahuan mereka yang sudah ada sebelumnya. Ibnu Sina dan para pemikir spekulatif lainnya seperti al-Kindi dan al-Farabi menggabungkan Aristotelianisme dan Neoplatonisme dengan gagasan-gagasan lainnya yang diperkenalkan melalui Islam.
Literatur filsafat Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Ladino, yang ikut membantu perkembangan filsafat Eropa modern. Sosiolog-sejarawan Ibnu Khaldun, warga Kartago Konstantinus orang Afrika yang menerjemahkan naskah-naskah kedokteran Yunani dan kumpulan teknik matematika Al-Khwarzimi adalah tokoh-tokoh penting pada Zaman Kejayaan Islam. Pada masa ini juga terjadi perkembangan filsuf non-Muslim. Filsuf Yahudi Moses Maimonides yang tinggal di Andalusia adalah salah satu contohnya.




Ilmu Sains
Banyak ilmuwan penting Islam yang hidup dan berkegiatan selama Zaman Kejayaan Islam. Di antara pencapaian para ilmuwan pada periode ini antara lain perkembangantrigonometri ke dalam bentuk modernnya (sangat menyederhanakan penggunaan praktiknya untuk memperhitungkan fase bulan), kemajuan pada bidang optik pada Cammera Obscura 200 tahun sebelum Leonardo Da Vinci, memberi komentar pada Euklides dan Ptolomeus perihal penembusan dan perjalanan sinar,[1] dan kemajuan pada bidangastronomi.
Ilmu Kedokteran
Kedokteran adalah bagian penting dari kebudayaan Islam Abad Pertengahan. Sebagai tanggapan atas keadaan pada waktu dan tempat mereka, para dokter Islam mengembangkan literature medis yang kompleks dan banyak yang meneliti dan menyintesa teori dan praktik kedokteran.
Kedokteran Islam dibangun dari tradisi, terutama pengetahuan teoretis dan praktis yang telah berkembang sebelumnya di Yunani, Romawi, dan Persia. Bagi para ilmuwan Islam,Galen dan Hippokrates adalah orang-orang yang unggul, disusul oleh para ilmuwan Hellenik di Iskandariyah. Para ilmuwan Islam menerjemahkan banyak sekali tulisan-tulisan Yunani ke bahasa Arab dan kemudian menghasilkan pengetahuan kedokteran baru dari naskah-naskah tersebut. Untuk menjadikan tradisi Yunani lebih mudah diakses, dipahami, dan diajarkan, para ilmuwan islam mengusulkan dan menjadikan lebih sistematis pengetahuan kedokteran Yunani-Romawi yang luas dan kadang inkonsisten dengan cara menulis ensikolpedia dan ikhtisar.
Pembelajaran Yunani dan Latin dipandang sangat jelek di Eropa Kristen Abad Pertengahan Awal, dan baru pada abad ke-12, setelah adanya penerjemahan dari bahasa Arabmembuat Eropa Abad Pertengahan kembali mempelajari kedokteran Hellenik, termasuk karya-karya Galen dan Hippokrates. Jauh sebelum itu, bangsa Eropa telah banyak belajar dengan umat Islam dalam hal kedokteran. Di Sisilia, sebuah sekolah kedokteran dengan dokter-dokter Muslim sebagai pengajarnya, menjadi sumber ilmu kedokteran di Eropa.[2] Dengan memberikan pengaruh yang setara atau mungkin lebih besar di Eropa Barat adalah Kanon Kedokteran karya Ibnu Sina, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan dibuat manuskrip lalu dicetak dan disebarkan ke seluruh Eropa. Selama abad kelima belas dan keenam belas saja, karya tersebut diterbitkan lebih dari lima kali. Sejarah mencatat, ada sekitar 300 buku kedokteran yang diterjemahkan bangsa Eropa.[2]
Di dunia Islam Abad Pertengahan, rumah sakit mulai dibangun di semua kota besar, misalnya di Kairo, rumah sakit Qalawun memiliki staf pegawai yang terdiri dari dokter, apoteker, dan suster. Orang juga dapat mengakses apotek, dan fasilitas penelitian yang menghasilkan kemajuan pada pemahaman mengenai penyakit menular, dan penelitian mengenai mata serta mekanisme kerja mata.



Ilmu Perdagangan
Selain di sungai Nil, Tigris dan Efrat, sungai-sungai yang dapat dilalui tidaklah banyak, jadi perjalanan lewat laut menjadi sangat penting. Ilmu navigasi amat sangat berkembang, menghasilkan penggunaan sekstan dasar (dikenal sebagai kamal). Ketika digabungankna dengan peta terinci pada periode ini, para pelaut berhasil berlayar menjelajahi samudara dan tak lagi perlu bersusah payah melalui gurun pasir. Para pelaut muslim juga berhasil menciptakan kapal dagang besar bertiang tiga ke Laut Tengah. Nama karavelkemungkinan berasal dari perahu terawal Arab yang dikenal sebagai qārib.[3] Sebuah kanal buatan yang menghubungkan sungai Nil dengan Terusan Suez dibangun, menghubungkan Laut Merah dengan Laut Tengah meskipun itu sering berlumpur[butuh rujukan]
Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam
Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilahAmirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.
Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:
  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra {tahun 11-13 H/632-634 M}
  • ‘Umar bin Khaththab ra {tahun 13-23 H/634-644 M}
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra {tahun 23-35 H/644-656 M}
  • ‘Ali bin Abi Thalib ra {tahun 35-40 H/656-661 M} dan
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra {tahun 40 H/661 M}
Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.





Khilafah Bani Umayyah
Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan {tahun 40-64 H/661-680 M}
  • Yazid bin Mu’awiyah {tahun 61-64 H/680-683 M}
  • Mu’awiyah bin Yazid {tahun 64-65 H/683-684 M}
  • Marwan bin Hakam {tahun 65-66 H/684-685 M}
  • Abdul Malik bin Marwan {tahun 66-86 H/685-705 M}
  • Walid bin ‘Abdul Malik {tahun 86-97 H/705-715 M}
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik {tahun 97-99 H/715-717 M}
  • ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz {tahun 99-102 H/717-720 M}
  • Yazid bin ‘Abdul Malik {tahun 102-106 H/720-724M}
  • Hisyam bin Abdul Malik {tahun 106-126 H/724-743 M}
  • Walid bin Yazid {tahun 126 H/744 M}
  • Yazid bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Ibrahim bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Marwan bin Muhammad {tahun 127-133 H/744-750 M}
Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.
Khilfah Bani Abbasiyah
Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah. Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  1. Abul ‘Abbas al-Safaah {tahun 133-137 H/750-754 M}
  2. Abu Ja’far al-Manshur {tahun 137-159 H/754-775 M}
  3. Al-Mahdi {tahun 159-169 H/775-785 M}
  4. Al-Hadi {tahun 169-170 H/785-786 M}
  5. Harun al-Rasyid {tahun 170-194 H/786-809 M}
  6. Al-Amiin {tahun 194-198 H/809-813 M}
  7. Al-Ma’mun {tahun 198-217 H/813-833 M}
  8. Al-Mu’tashim Billah {tahun 618-228 H/833-842M}
  9. Al-Watsiq Billah {tahun 228-232 H/842-847 M}
  10. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah {tahun 232-247 H/847-861 M}
  11. Al-Muntashir Billah {tahun 247-248 H/861-862 M}
  12. Al-Musta’in Billah {tahun 248-252 H/862-866 M}
  13. Al-Mu’taz Billah {tahun 252-256 H/866-869 M}
  14. Al-Muhtadi Billah {tahun 256-257 H/869-870 M}
  15. Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah {tahun 257-279 H/870-892 M}
  16. Al-Mu’tadla Billah {tahun 279-290 H/892-902 M}
  17. Al-Muktafi Billah {tahun 290-296 H/902-908 M}
  18. Al-Muqtadir Billah {tahun 296-320 H/908-932 M}
  19. Al-Qahir Billah {tahun 320-323 H/932-934 M}
  20. Al-Radli Billah {tahun 323-329 H/934-940 M}
  21. Al-Muttaqi Lillah {tahun 329-333 H/940-944 M}
  22. Al-Musaktafi al-Allah {tahun 333-335 H/944-946 M}
  23. Al-Muthi’ Lillah {tahun 335-364 H/946-974 M}
  24. Al-Tha`i’ Lillah {tahun 364-381 H/974-991 M}
  25. Al-Qadir Billah {tahun 381-423 H/991-1031 M}
  26. Al-Qa`im Bi Amrillah {tahun 423-468 H/1031-1075 M}
  27. Al-Mu’tadi Bi Amrillah {tahun 468-487 H/1075-1094 M}
  28. Al-Mustadhhir Billah {tahun 487-512 H/1094-1118 M}
  29. Al-Mustarsyid Billah {tahun 512-530 H/1118-1135 M}
  30. Al-Rasyid Billah {tahun 530-531 H/1135-1136 M}
  31. Al-Muqtafi Liamrillah {tahun 531-555 H/1136-1160 M}
  32. Al-Mustanjid Billah {tahun 555-566 H/1160-1170 M}
  33. Al-Mustadli`u Biamrillah {tahun 566-576 H/1170-1180 M}
  34. Al-Naashir Lidinillah {tahun 576-622 H/1180-1225 M}
  35. Al-Dhahir Biamrillah {tahun 622-623 H/1225-1226 M}
  36. Al-Mustanshir Billah {tahun 623-640 H/1226-1242 M}
  37. Al-Musta’shim Billah {tahun 640-656 H/1242-1258 M}
  38. Al-Mustanshir Billah II {tahun 660-661 H/1261-1262 M}
  39. Al-Haakim Biamrillah I {tahun 661-701 H/1262-1302 M}
  40. Al-Mustakfi Billah I {tahun 701-732 H/1302-1334 M}
  41. Al-Watsiq Billah I {tahun 732-742 H/1334-1343 M}
  42. Al-Haakim Biamrillah II {tahun 742-753 H/1343-1354 M}
  43. Al-Mu’tadlid Billah I
  44. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I
  45. Al-Watsir Billah II {tahun 785-788 H/1386-1389 M}
  46. Al-Musta’shim {tahun 788-791 H/1389-1392 M}
  47. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II
  48. Al-Musta’in Billah {tahun 808-815 H/1409-1416 M}
  49. Al-Mu’tadlid Billah II {tahun 815-845 H/1416- 1446 M}
  50. Al-Mustakfi Billah II {tahun 845-854 H/1446-1455 M}
  51. Al-Qa`im Biamrillah {tahun 754-859 H/1455-1460 M}
  52. Al-Mustanjid Billah {tahun 859-884 H/1460-1485 M}
  53. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III
  54. Al-Mutamasik Billah {tahun 893-914 H/1494-1515 M}
  55. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV
Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar , sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.




Khilafah Bani Utsmaniyyah
Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:
  1. Salim I {tahun 918-926 H/1517-1520 M}
  2. Sulaiman al-Qanuni {tahun 926-974 H/1520-1566 M}
  3. Salim II {tahun 974-982 H/1566-1574 M}
  4. Murad III {tahun 982-1003 H/1574-1595 M}
  5. Muhammad III {tahun 1003-1012 H/1595-1603 M}
  6. Ahmad I {tahun 1012-1026 H/1603-1617 M}
  7. Mushthafa I {tahun 1026-1027 H/1617-1618 M}
  8. ‘Utsman II {tahun 1027-1031 H/1618-1622 M}
  9. Mushthafa I {tahun 1031-1032 H/1622-1623 M}
  10. Murad IV {tahun 1032-1049 H/1623-1640 M}
  11. Ibrahim I {tahun 1049-1058 H/1640-1648 M}
  12. Muhammad IV {tahun 1058-1099 H/1648-1687 M}
  13. Sulaiman II {tahun 1099-1102 H/1687-1691 M}
  14. Ahmad II {tahun 1102-1106 H/1691-1695 M}
  15. Mushthafa II {tahun 1106-1115 H/1695-1703 M}
  16. Ahmad III {tahun 1115-1143 H/1703-1730 M}
  17. Mahmud I {tahun 1143-1168 H/1730-1754 M}
  18. ‘Utsman III {tahun 1168-1171 H/1754-1757 M}
  19. Musthafa III {tahun 1171-1187 H/1757-1774 M}
  20. ‘Abdul Hamid I {tahun 1187-1203 H/1774-1789 M}
  21. Salim III {tahun 1203-1222 H/1789-1807 M}
  22. Musthafa IV {tahun 1222-1223 H/1807-1808 M}
  23. Mahmud II {tahun 1223-1255 H/1808-1839 M}
  24. ‘Abdul Majid I {tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M}
  25. ‘Abdul ‘Aziz I {tahun 1277-1293 H/1861-1876 M}
  26. Murad V {tahun 1293-1293 H/1876-1876 M}
  27. ‘Abdul Hamid II {tahun 1293-1328 H/1876-1909 M}
  28. Muhammad Risyad V {tahun 1328-1338 H/1909-1918 M}
  29. Muhammad Wahiddin {th. 1338-1340 H/1918-1922 M}
  30. ‘Abdul Majid II {tahun 1340-1342 H/1922-1924 M}.
Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah
Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri mereka bertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syhwt (**) , bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan. Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.
Sabda Rasulullah saw, Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi: Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah. Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.