Tampilkan postingan dengan label PKWU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKWU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2018

Perbedaan Produk Tradisional dan Produk Modern

Perbedaan Produk Tradisional dan Produk Modern
No
Aspek Yang Membedakan
Tradisional
Modern
1
Definisi

merupakan produk pembersih yang masih menggunakan alat-alat yang bisa dikatakan zaman dahulu / yang biasa orang dulu lakukan dan masih belum canggih.
merupakan produk pembersih yang sudah menggunakan alat-alat yang bisa dikatakan zaman sekarang dan sudah canggih serta lebih praktis
2
Bahan
Menggunakan bahan yang lebih banyak dari alam daripada bahan kimia/sejenisnya
Menggunakan bahan yang lebih banyak mengandung zat kimia/sintestis dari pada bahan alami
3
Harga
Harga mahal. Karena keterbatasan bahan dan pembuatannya
Harga terjangkau. Karena bahan mudah di dapat dan produk tersedia dalam jumlah yang banyak
4
Kualitas
Kualitas produk yang apa adanya tergantung bahan yang digunakan.
Kualitas produk yang cukup baik tergantung pada harga dan bahan yang digunakan. Kualitas baik karena campuran antara zat alami dan zat kimia.
5
Tenaga Kerja
Jumlah karyawan yang tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya yang murah serta tenaga ahli yang standart
Membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan biaya yang tidak sedikit serta memerlukan tenaga alhi yang profesional di bidangnya
6
Masa Pakai
Masa pakai (berlaku) yang relatif singkat dan tidak tahan lama
Masa pakai lebih lama dan relatif kuat (tahan lama) karena sudah tercampur dangan zat pengawet
7
Kemasan
Kemasan produk yang biasa dan apa adanya serta bahan kemasan yang tidak awet (Mudah rusak)
Dikemas secara baik dan menarik dengan bahan yang tahan rusak
8
Cara memperoleh produk pembersih
Hanya dapat di beli atau di jumapai pada pasar tradisional atau kios-kios kecil
Dapat dijumpai atau diperoleh di pasar tradisional dan juga modern, mall-mall dan pusat pembelanjaan yang lainnya
9
Pemasaran produk pembersih
Di pasarkan / dipromosikan dengan cara yang sederhana dan dana yang murah (Dapat ditinggal di warung/toko,, promosi melalui selembar browsur, atau melalui radio-radio
Dipromosikan dengan cara yang menarik dan sudah termodernisasi (Penjualan melalui online/TV/ bazar di mall)
10
Lama waktu pembuatan
Membutuhkan waktu yang lebih lama karena proses pengerjaan dengan cara manual dan tahapan-tahapan yang banyak
membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif singkat karena dikerjakan dengan menggunakan alat sudah modern.
11
Tempat produksi
Banyak diproduksikan di rumahan dan usaha kelas menengah
Lebih banyak dirpduksikan di pabrik-pabrik besar


Jumat, 20 April 2018

Teh sebagai pembersih tradisional

 Kegunaan Teh Sebagai Pembersih Tradisional

1.Membersihkan bau tidak sedap pada karpet
2.Mingilapkan lantai kayu
3.Memoles furnitur
4.Membersihkan cermin dan jendela
5.Menghilangkan noda pada kloset


Menghilangkan bau tidak sedap Pada karpet
1.Taburkan serbuk daun teh pada permukaan karpet
2.Tunggu sekiat 10 menit
3.Bersihkan dengan sapu/sebagainnya
4.Karpetpun bersih dan beraroma segar.

Mengilapkan  Lantai Kayu
1.Siapkan air secukupnya
2.Tambahkan 1-2 sendok teh hitam yang sudah diseduh
3.Gosokkan kain pel pada seluruh lantai hingga mengering
4.Lantai kayu kembali bersih dan mengkilap

Memoles Furnitur kayu
1.Celupkan kain pada air teh
2.Gosokkan kain tersebut pada furnitur kayu hingga mengering
3.Setelah itu gosokkan kembali kain yang kering dan bersih pada furnitur yang sudah dibasuh dengan air teh  tadi
4.Selesai

Membersihkan cermin dan jendela
Gosokkan kantung teh yang masih setengah basah pada permukaan cermin atau kaca
Masukkan air teh ke botol spray, semprotkan pada kaca dan keringkan dengan lap bersih.

Menghilangkan noda pada kloset
1.Gunakan kantung teh bekas untuk membersihkannya
2.Masukkan kantung teh pada lubang kloset
3.diamkan beberapa jam, dan siram atau flush
4.Noda akan terangkat dan lebih mudah dibersihkan dengan sikat.

Pembuatan Batik Cap

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kekuatan dan karunia-Nya sehingga akhirnya kami mampu menyelesaikan tugas laporan prakarya “tentang Batik Cap” untuk melengkapi tugas mata pelajaran Seni Budaya.
Saya juga mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan arahan dalam tugas ini, dan kepada kedua orang tua yang telah memberi dukungan dan motivasinya.
            Kami menyadari bahwa tulisan ini belum sempurna dan sangat diperlukan saran dari pembaca dan guru pembimbing untuk kesempurnaan hasil laporan ini.
            Akhir kata, kami mengharapkan semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi kami sendiri maupun bagi pembaca. Amin.



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.
Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

B.     Tujuan
Penulisan makalah bertujuan untuk memberikan laporan tentang
Cara pembuatan batik cap
Sejarah batik cap
Pengertian Batik
Macam-macam Batik

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Batik
Membatik pada hakikatnya sama dengan melukis di atas kain dengan menggunakan canting sebagai alatnya dan cairan malam sebagai bahan untuk melukisnya. Seni batik adalah seni budaya yang kaya nilai-nilai kehidupan manusia dan lingkungan. Artinya dalam seni batik orang akan merasakan denyut nadi dari semangat bangsa Indonesia dari keyakinannya, pandangan hidupnya, dan tujuan masa depannya.

Pengertian batik adalah memberikan motif pada media dengan proses tutup celup. Berbagai macam motif batik yang diterapkan pada benda-benda menjadikan benda tersebut banyak digemari dan diminati oleh masyarakat, khususnya hasil batik pada kain.
Batik memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi praktis, kain batik dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti : pakaian, penutup tempat tidur, taplak meja, sarung bantal, dan sebagainya. Secara estetis (keindahan) batik juga bisa dijadikan sebagai hiasan yang menarik seperti: batik lukis yang bisa di bingkai dan bisa dijadikan perhiasan.
Di era globalisasi, batik bukan hanya dijadikan sebagai barang yang memiliki nilai magic dan hanya dimiliki oleh kalangan atas saja, tetapi batik bisa dijumpai di mana-mana dengan motif yang beragam, batik bukan hanya digemari oleh masyarakat Indonesia saja tetapi para Tourisme yang berkunjung ke Indonesia pun tertarik dengan batik. Oleh karena itu batik perlu dikembangkan dengan motif-motif yang beragam, untuk menambah kekayaan motif-motif batik.

 Macam-macam Batik
Batik ada 3 macam, yaitu:
A.     Batik Jumputan
       Batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali.
Ada dua teknik membuat batik jumputan, yang pertama teknik ikat, dan yang ke dua teknik jahitan.
B.     Batik Tulis
batik yang dikerjakan oleh tangan dengan menggunakan alat berupa canting tulis, dan
C.        Batik Cap
salah satu jenis hasil proses produksi batik yang menggunakan canting cap. Canting cap yang dimaksud di sini mirip seperti stempel, hanya bahannya terbuat dari tembaga dan dimensinya lebih besar, rata-rata berukuran 20cm X 20cm.


Proses Pembuatan
Berikut adalah proses pembuatan batik cap:
·         Kain mori diletakkan di atas meja dengan alas dibawahnya wadah/lengser yang telah disusun dengan spons, kain, plastik seperti gambar di  bawah ini
·         Malam direbus hingga suhu 60 – 70 derajat Celsius.
·         Cap dicelupkan ke malam yang telah mencair tadi tetapi hanya 2cm saja dari bagian bawah cap.
·         Kemudian kain mori di cap dengan tekanan yang cukup supaya rapih. Pada proses ini, cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori.
·         Selanjutnya adalah proses pewarnaan dengan cara mencelupkan kain mori yang sudah di cap tadi ke dalam ember yang berisi cairan pewarna
·         belum ke tahap pelorotan kain batik dengan warna lebih dari 1 hendaknya menggunakan waterglass dengan tujuan untuk mengunci warna agaar tidak luntur/bercampur dengan warna lain, alangkah baiknya saat pemakaian waterglass menggunakan kuas agar waterglass lebih meresap pada kain.
·         Setelah proses waterglass selesai tunggu kain hingga kaku dengan catatan tidak boleh dijemur langsung di bawah terik sinar matahari
·         Setelah itu kain mori direbus supaya cairan malam yang menempel hilang dari kain.
·         Penjemuran kemudian disetrika supaya rapih.


BAB III
PENUTUP

Simpulan
Salah satu jenis batik dari cara pembuatannya adalah Batik cap yakni kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
Tidak seperti batik tulis yang proses pembuatannya menggunakan canting, pada proses pembuatan batik cap alat yang digunakan yaitu cap (semacam stempel besar yang terbuat dari tembaga) yang sudah didesain dengan motif tertentu dengan dimensi 20cm X 20cm.
Proses pembuatan batik cap ini lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis karena pembuatan motifnya dengan menggunakan cap (stempel) yang lebar

Saran
Indonesia yang kaya akan budaya, salah satunya batik. Patut bangga dan tetap melestarikan budaya ini. Jangan sampai negara lain mengambil budaya asli Indonesia ini. Seiring perkembangan zaman, kita harus menjaga budaya batik Indonesia ini. Ini berguna pula untuk generasi kita berikutnya.
Karya batik yang terdiri dari berbagai macam, salah satunya batik cap tidak seperti batik tulis yang proses pembuatannya menggunakan canting, pada proses pembuatan batik cap alat yang digunakan yaitu cap (semacam stempel besar yang terbuat dari tembaga) yang sudah didesain dengan motif tertentu.
Proses pembuatan batik cap ini lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis karena pembuatan motifnya dengan menggunakan cap (stempel) yang lebar